
Batang – Desa Kluwih Kecamatan Bandar Kabupaten Batang, 18 Juli 2026 – Mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro melaksanakan program kerja mengenai pentingnya packacing dan labelling pada produk guna mengkatkan daya saing. Kegiatan ini digelar pada tanggal 18 Juli 2026 bertempat di rumah salah satu rumah KWT Mawar dan di ikuti oleh seluruh anggota KWT Mawar serta PPL. Kegiatan ini guna mendukung program SDG’s ke 1 (Tanpa Kemiskinan), 5 (Kesetaraan Gender), 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuahan Ekonomi), dan 12 ( Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab).
Salah satu produk terbaru yang akan rilis yaitu Teh Rambut Jagung. Teh Rambut Jagung diciptakan dari pengolahan limbah hasil panen yang belum di optimalkan atau di manfaat kan dengan baik. Melalui salah satu program kerja unggulan tim mahasiswa berhasil mengolah limbah rambut jagung menjadi salah satu produk minuman herbal yaitu Teh Rambut Jagung.
Jagung merupakan salah satu komoditas unggulan yang ada di Desa Kluwih. Namun, limbah hasil panen seperti bonggol, daun, rambut jagung, dan lain sebagainya belum diolah atau di kelola dengan baik. Rambut jagung merupakan bagian dari tanaman jagung yang kerap dibuang. Melihat peluang tersebut salah satu tim anggota KKN berhasil mengolah menjadi produk minuman yaitu Teh Rambut Jagung.
Tidak berhenti pada proses produksi, program kerja juga berlanjut pada aspek kemasan dan pelabelan pada produk tersebut. Packacing dan labelling yang menarik bukan hanya sebagai pemanis tampilan, melainkan salah satu faktor yang menentukan daya saing pada sebuah produk. Kemasan yang baik dapat menjaga kulitas dan kemamanan produk selama masa distribusi dan penyimpanan, dan label yang menarik dapat membangun kesan pertama yang positif di mata konsumen.

Mahasiswa KKN Tim II ini memberikan pemahaman mengenai pentingnya packaging dan labelling. Packaging yang dipakai adalah standing ziplok karena memiliki alas bawah yang dapat berdiri tegak di rak, memiliki fitur ziplock yang memungkinkan konsumen dalam membuka dan menutup kemasan berulang kali, menjaga kualitas produk lebih lama, dan ringan. Pentingnya labelling adalah untuk memudahkan konsumen untuk mengetahui informasi tempat pembuatan, tempat pemesanan, expired date, dan nama merek produk tersebut.
Selain itu mahasiswa KKN Tim II juga memberikan materi tentang pemasaran secara digital dan resiko pemasaran, pengembangan produk UMKM, pentingnya branding produk bagi UMKM, dan pentingnya legalitas usaha. Kegiatan tersebut di sambut dengan penuh antusias oleh seluruh anggota KWT Mawar.
Untuk menjalankan program kerja ini, mahasiswa KKN Tim II ini mencoba untuk membuatkan desain labelling yang nantinya akan di tempel pada packacing standing ziplock. Seluruh anggota KWT Mawar sangat senang karena keseluruhan materi yang di sampaikan merupakan rangkaian utuh, mulai dari awal produksi hingga penjualan.
Antusiasme KWT Mawar terlihat jelas selama kegiatan berlangsung. Para anggota mengaku sangat senang dan terbantu dengan materi-materi yang telah disampaikan, dan akan mencoba memproduksi teh rambut jagung secara mandiri ke depannya. Untuk tahap pemasaran, KWT Mawar masih merencanakan sistem pre order melalui akun marketplace Facebook yang sudah mereka miliki.
Program kerja ini di harapkan mampu memberikan contoh nyata bagi masyarakat, bahwa nilai jual suatu produk tidak hanya di tentukan oleh kualitas isi suatu produk, namun kesan pertama yang di lihat oleh konsumen. Kombinasi antara inovasi bahan baku, pengolahan yang tepat, serta packaging dan labelling yang menarik menjadi salah satu faktor dan strategi untuk meningkatkan daya saing suatu produk.
Penulis : Aprilia Dwi Sekar Puspita Sari (23020323120006)
Fakultas Peternakan dan Pertanian
Program Studi : Agribisnis
Program KKN – T IDBU 36 Universitas Diponegoro
Lokasi : Desa Kluwih Kecamatan Bandar Kabupaten Batang